Plat galvanis dan plat stainless adalah dua material yang sering digunakan di industri manufaktur, konstruksi, hingga fabrikasi. Keduanya sama-sama tahan korosi, kuat, dan mudah dibentuk—namun memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya pun tidak selalu sama.
Artikel ini akan membahas perbedaan paling penting antara plat galvanis dan plat stainless agar Anda bisa memilih material yang paling tepat.
Apa Itu Plat Galvanis?

Plat galvanis adalah lembaran baja yang dilapisi zinc (seng) menggunakan proses hot-dip atau electro-galvanized. Lapisan zinc melindungi baja dari korosi dengan cara “sacrificial”, yaitu melindungi baja dasar meski lapisannya tergores.
Kelebihan Plat Galvanis
-
Harga lebih ekonomis
-
Tahan karat pada lingkungan normal
-
Mudah dibentuk, dilas, dan dipotong
-
Cocok untuk area outdoor ringan hingga menengah
Apa Itu Plat Stainless?

Plat stainless steel adalah plat baja yang memiliki kandungan kromium minimal 10,5%. Unsur inilah yang membentuk lapisan oksida pelindung sehingga stainless anti karat secara alami tanpa perlu lapisan tambahan.
Kelebihan Plat Stainless Steel
-
Sangat tahan korosi (termasuk lingkungan agresif)
-
Tampilan lebih bersih dan estetis
-
Kuat, keras, dan tidak mudah aus
-
Aman untuk industri makanan & farmasi
Perbedaan Plat Galvanis vs Plat Stainless

Berikut perbandingan lengkap:
1. Ketahanan Korosi
-
Galvanis: Baik untuk kondisi lembap normal, tapi bisa rusak jika terkena air laut, bahan kimia, atau lingkungan asam.
-
Stainless: Sangat unggul pada lingkungan ekstrim—air laut, kimia, uap panas, dan outdoor berat.
2. Harga
-
Galvanis: Lebih murah dan ekonomis untuk kebutuhan skala besar.
-
Stainless: Lebih mahal karena kandungan material paduannya lebih kompleks.
3. Estetika
-
Galvanis: Tampilan abu-abunya kurang premium.
-
Stainless: Mengkilap dan bersih, cocok untuk kebutuhan dekoratif atau food grade.
4. Kekuatan & Durabilitas
-
Galvanis: Kuat, tetapi lapisan zinc dapat mengelupas.
-
Stainless: Kuat dan stabil tanpa perlu lapisan tambahan.
5. Penggunaan
-
Galvanis: Konstruksi umum, pagar, ducting, rangka ringan, talang air.
-
Stainless: Kitchen set, industri makanan-minuman, konstruksi berat, peralatan medis, arsitektur premium.
Tabel Perbandingan Plat Galvanis vs Plat Stainless
| Kriteria | Plat Galvanis | Plat Stainless |
|---|---|---|
| Ketahanan korosi | Baik (normal) | Sangat tinggi |
| Harga | Lebih murah | Lebih mahal |
| Tampilan | Abu-abu matte | Mengkilap & premium |
| Ketahanan kimia | Rendah | Sangat tinggi |
| Perawatan | Rendah | Sangat rendah |
| Aplikasi | Umum & ekonomis | Premium & food grade |
Kapan Harus Memilih Plat Galvanis?
Pilih plat galvanis jika:
-
Anggaran terbatas
-
Digunakan di area outdoor ringan
-
Tidak terkena air laut / zat kimia
-
Butuh proses fabrikasi cepat dan ekonomis
Kapan Harus Memilih Plat Stainless?
Pilih plat stainless jika:
-
Material akan digunakan untuk jangka panjang
-
Lingkungan agresif (kimia, laut, uap panas)
-
Mengutamakan tampilan estetik
-
Butuh standar food grade atau higienitas tinggi
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mana yang lebih awet, plat galvanis atau stainless?
Stainless lebih awet karena tahan korosi ekstrem, sementara galvanis cukup tahan pada kondisi normal.
2. Apakah plat galvanis bisa berkarat?
Bisa, terutama jika lapisan zinc-nya terkelupas atau terkena lingkungan kimia.
3. Bagaimana harga plat galvanis dibandingkan stainless?
Galvanis jauh lebih murah, cocok untuk proyek dengan volume besar.
4. Apa jenis stainless yang paling populer untuk plat?
Grade SS 201 dan SS 304 adalah yang paling banyak digunakan.
5. Apakah kedua plat mudah dilas?
Galvanis mudah dilas, tetapi stainless memerlukan teknik lebih presisi agar hasilnya maksimal.
Kesimpulan
Perbedaan plat galvanis vs plat stainless terletak pada ketahanan korosi, harga, tampilan, dan aplikasi. Jika Anda membutuhkan material ekonomis untuk penggunaan umum, plat galvanis adalah pilihan tepat. Namun untuk kebutuhan premium, tahan lama, dan lingkungan ekstrem, plat stainless jauh lebih unggul.